oleh

Gawi Adat “Turun di Way” H. Sumantri dan Hj. Desi Santi Berlangsung Meriah, Dihadiri Tokoh Adat dan Pejabat

Loading

TULANGBAWANG | Koordinatnews.com – Rangkaian Gawi Adat Turun di Way dengan gelar Stan Rajou Ratew Aslei untuk H. Sumantri, SE., MM, dan gelar Stan Agungan Stan untuk Hj. Desi Santi, S.K.M digelar meriah di Gunung Sakti, Tulangbawang. Kegiatan ini sekaligus dalam rangka khitanan dan aqiqah putra-putri H. Sumantri.

Salah satu prosesi yang menjadi sorotan adalah Malam Cangget Agung yang dilaksanakan Rabu, 24 Juni 2026 di kediaman Hi. Sudirman Bangsa Ratu. Acara dihadiri para tokoh adat Megow Pak Tulangbawang serta perwakilan dari Sumbai, Abung Sewo Megow, Bunga Mayang, Sungkai, dan Pubian.

Cangget Agung berlangsung semarak dengan penampilan tari adat Lampung dan dihadiri ratusan tamu undangan dari berbagai marga. Prosesi ini menjadi simbol kebersamaan dan penghormatan dalam tradisi adat Lampung Pepadun.

Puncak Gawi Adat yakni prosesi Turun di Way digelar Kamis, 25 Juni 2026. Prosesi diawali di Tangga Raja Menggala Ujung Gunung. Usai prosesi adat, rombongan diarak keliling Kota Menggala disambut antusias warga di sepanjang rute.

Pada sesi Mosok, prosesi dilakukan oleh tamu kehormatan Ibu Bupati Tulangbawang Hj. Herlina Qudratul dan Ibu Ida Seprida Yanto. Kehadiran keduanya menambah khidmat rangkaian adat tersebut.

Rangkaian Gawi Adat Turun di Way berlangsung sejak 24 Maret hingga 29 Juni 2026 dengan berbagai prosesi adat. Kegiatan ini bertujuan meneguhkan gelar adat, melaksanakan khitanan dan aqiqah, serta mempererat silaturahmi keluarga besar dan masyarakat.

Untuk diketahui, Gawi Adat Turun di Way merupakan tradisi adat Lampung Pepadun yang sarat makna. Selain sebagai peneguhan gelar dan syukuran khitanan-aqiqah, kegiatan ini menjadi wadah pelestarian budaya serta memperkuat persatuan antar-marga di Tulangbawang.(red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru