![]()
TULANG BAWANG | Koordinatnews.com – Wakil Bupati Tulang Bawang, Hankam Hasan, akhirnya angkat bicara terkait aksi kesewenangan diduga pam swakarsa PT Indo Lampung Perkasa (ILP) yang merobohkan gubuk dan menebang tanam tumbuh milik warga di Kampung Bangun Rejo dan Penawar.
Hankam Hasan menegaskan tidak boleh ada tindakan sewenang-wenang terhadap warga, apalagi sampai merobohkan rumah warga yang sudah lama ditempati.
“Kebetulan saya belum dapat data yang valid tentang kejadian itu. Saya belum dapat laporan dari Pak Camat dan dari otoritas setempat, kepala kampung ataupun siapa di situ,” ujar Hankam Hasan, saat dimintai tanggapan, Rabu (28/10/2026).
Meski belum menerima laporan resmi, ia memastikan Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang bersama DPRD akan segera turun ke lapangan.
“Insyaallah kita sudah diskusi dengan pimpinan DPRD sama anggota dewan khususnya Komisi I dan Dapil V, insyaallah dalam waktu dekat kita akan turun. Apapun masalahnya nanti akan kita selesaikan di tempat,” tegasnya.
Hankam Hasan mengaku telah melihat video viral seorang ibu yang menangis histeris sambil menggendong balita saat gubuknya dirobohkan. Ia menilai aksi tersebut bisa menjadi sebuah pelanggaran.
“Karena saya lihat di video itu bahwa itu memang sudah sama warga lama rumahnya, itu bisa sebuah pelanggaran itu. Dan orang sudah melas-melas,” ucapnya.
Ia memastikan, dalam waktu dekat pihaknya akan memanggil camat setempat untuk mengidentifikasi berapa luas lahan yang sudah dirusak dan dikuasai perusahaan.
“Makanya itu kita belum dapat itu makanya saya bertindak karena saya belum dapat itu. Insyaallah dalam waktu dekat sehari dua hari ini Pak Camat akan saya panggil. Kalau begitu saya dapat informasinya berapa luasan yang mereka sudah rusak, mereka kuasain itu insyaallah nanti akan kita tindak lanjuti,” jelasnya.
Hankam menambahkan, jadwal turun ke lapangan akan dilakukan minggu depan bersama sejumlah anggota DPRD. Pihaknya juga menyebut Ketua DPRD sudah bersurat ke Provinsi hingga DPR RI terkait persoalan lahan tersebut.
“Insyaallah minggu depan dijadwalkan, saya langsung dengan beberapa anggota dewan kita akan turun ke lapangan. Mohon bersabar, minggu depan mungkin kalau kawan-kawan mau ikut kita sama-sama. Jadwalnya nanti tanya aja sama DPRD,” ujarnya.
Di akhir pernyataannya, Hankam berpesan kepada masyarakat terdampak untuk tetap menjaga kondusifitas dan menyerahkan penyelesaian kepada peraturan perundang-undangan yang berlaku.
“Pokoknya untuk masyarakat khususnya masyarakat terdampak saya minta semuanya diserahkan kepada peraturan yang berlaku. Tetap terjaga kondusifitas, jangan sampai ada tindakan apapun. Tunggu, insyaallah pemerintah akan hadir di sana dan akan segera menyelesaikan permasalahan ini dalam waktu dekat. Tunggu saja, bersabar,” pungkasnya.(red)












Komentar