![]()
TULANG BAWANG | Koordinatnews.com – Anggota Komisi IV DPR RI, Ir. H. Irham Jafar Lan Putra, melaksanakan sosialisasi penyaluran pupuk bersubsidi. Kegiatan tersebut digelar di Balai Kampung Aji Murni Jaya, Kecamatan Gedung Aji, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung, Jumat (16/10/2026).
Sosialisasi tersebut menghadirkan narasumber Manager Wilayah Lampung I PT Pupuk Indonesia, Wilman yang akrab disapa Mas Boy, dan Account Executive (AE) Reza Arsadi.
Turut dihadiri Anggota DPRD Tulang Bawang Holil, Kepala Kampung Aji Murni Jaya Nirwan, Balai Penyuluh Pertanian (BPP), Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), serta masyarakat setempat.
Kepala Kampung Aji Murni Jaya, Nirwan, mengatakan, pihaknya sangat berterima kasih atas kehadiran Anggota Komisi IV DPR RI di kampungnya. Menurutnya, kegiatan ini sangat membantu petani untuk memahami alur penyaluran pupuk bersubsidi yang selama ini menjadi keluhan.
“Kami mewakili masyarakat Aji Murni Jaya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Irham Jafar. Petani kami akhirnya paham bagaimana cara mendapatkan pupuk subsidi dengan benar dan tidak bingung lagi,” kata Nirwan.
Sementara itu, Anggota Komisi IV DPR RI, Ir. H. Irham Jafar Lan Putra, mengatakan, sosialisasi ini bertujuan untuk memastikan pupuk bersubsidi tepat sasaran dan tepat waktu diterima petani.
Ia menegaskan, Komisi IV DPR RI akan terus mengawal agar tidak ada lagi petani yang kesulitan mendapatkan pupuk, terutama saat musim tanam.
“Jangan sampai petani kita menjerit karena pupuk langka, padahal negara sudah menyiapkan. Tugas kami memastikan pupuk subsidi ini benar-benar sampai ke petani yang berhak, bukan ke pihak yang tidak berhak,” tegasnya.
Dalam paparannya, Manager Wilayah Lampung I PT Pupuk Indonesia, Mas Boy, menjabarkan cara bergabung menjadi anggota Kelompok Tani (Poktan) serta tata cara mendirikan kios pupuk resmi di kampung setempat.
Ia menjelaskan, kios resmi harus memiliki izin dan terdaftar di sistem i-Pubers, sehingga penyalurannya bisa terpantau dan transparan.
Mas Boy juga menegaskan, pihaknya tidak akan mentolerir adanya penyimpangan dalam penyaluran pupuk bersubsidi.
“Jangan salahkan sistem penyaluran pupuk untuk petani. Saya tegaskan, kami akan menindak tegas apabila ada kios dan Gapoktan yang memainkan pupuk subsidi tanpa pandang bulu,” tegas Mas Boy.
Sementara itu, Account Executive PT Pupuk Indonesia, Reza Arsadi, mengatakan, petani wajib tergabung dalam Poktan dan terdaftar di e-RDKK agar bisa menebus pupuk subsidi.
Ia meminta PPL dan Ketua Poktan aktif mendata petani agar tidak ada yang tertinggal.
“Kuncinya ada di e-RDKK. Kalau petani sudah terdaftar, pasti bisa menebus. Kami juga membuka ruang konsultasi jika ada kendala di lapangan,” pungkas Reza.(red)












Komentar