![]()
TULANG BAWANG | Koordinatnews.com – Proyek Bantuan Pemerintah Program Revitalisasi Sekolah Menengah Atas di SMAN 1 Banjar Margo, Kecamatan Banjar Margo, Kabupaten Tulang Bawang, menjadi sorotan.
Proyek yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026 dengan nilai Rp780.608.000 tersebut, diduga tidak sesuai spesifikasi teknis. Pantauan tim media di lapangan menemukan kejanggalan pada konstruksi baja ringan, di mana sepatu baja tampak mencolok karena bangunan kurang tinggi.
Proyek dengan waktu pelaksanaan 120 hari kalender, terhitung mulai 1 September 2026 tersebut, meliputi empat jenis pekerjaan. Yaitu, Rehabilitasi Ruang Administrasi, Rehabilitasi Laboratorium Komputer, Rehabilitasi Rumah Dinas Guru, dan Rehabilitasi Ruang Ibadah.
Temuan di lapangan, struktur atap baja ringan yang baru terpasang terlihat tidak proporsional. Hal itu disebabkan tinggi bangunan yang kurang, sehingga posisi sepatu baja menjadi mencolok dan terkesan dipaksakan.
Saat dikonfirmasi di lokasi, Kepala Tukang Baja, Tatang, yang mengaku berasal dari Lampung Selatan, memberikan keterangan.
“Saya disuruh masang baja, bukan dari pihak sekolah,” ujar Tatang kepada tim media, Selasa (6/10/26).
Sayangnya, saat tim media berupaya melakukan konfirmasi lanjutan kepada pihak sekolah, Kepala SMAN 1 Banjar Margo tidak berada di lokasi, sehingga belum dapat memberikan keterangan resmi terkait dugaan ketidaksesuaian pekerjaan tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak sekolah maupun pelaksana kegiatan belum dapat dikonfirmasi. Tim media masih berupaya meminta klarifikasi resmi guna menjaga keberimbangan informasi.(Tim)










Komentar