![]()
TULANGBAWANG – Kampung Mulyoaji, Kecamatan Meraksaaji, Kabupaten Tulangbawang (Tuba) menggelar Pengajian Ahad Kliwon sekaligus menyambut bulan suci ramadhan 1446 hijriah, kegiatan dipusatkan di Masjid Miftahululum, kampung setempat, Minggu (2/2/25).
Pengajian Ahad Kliwon tersebut dihadiri oleh Camat Meraksaaji, para Kepala Kampung dan Ketua PAC Muslimat dan Ibu-ibu NU, Tokoh Banser, Sahabat Ansor, Tokoh agama, se-Kecamatan Meraksaaji dan Gedungaji.

Pengajian tersebut menghadirkan penceramah kondang KH. Rohmat Bodro Sutrisno, Lempuing, Ogan Komering Ilir (OKI) Sumateraselatan.
Kepala Kampung Mulyoaji, Mulyadi, mengatakan bahwa kegiatan pengajian Ahad Kliwon tersebut diadakan secara rutin sebulan sekali di kampung setempat.

“Pengajian Ahad Kliwon ini selain menjalin tali silaturahmi juga memperkuat jalinan ukhuwah islamiah sesama muslim,” kata dia.
Dirinya menuturkan, dalam bulan Rajab ini dirinya menghaturkan permohonan atas nama pemerintah kampung dan panitia serta masyarakat apabila ada kesalahan kata tingkat laku yang kurang berkenan.
“Sebentar lagi kita akan menyambut bulan suci ramadhan dan melaksanakan puasa. Maka dari itu izin kan kami memohon maaf kepada hadirin semua,” ujar dia.
Sementara itu, Camat Meraksaaji, Sumantri, dalam sambutannya mengajak para jemaah pengajian menyimak dan mengambil hikmah dari tauziah yang nantinya disampaikan oleh penceramah.

“Tauziah yang akan disampaikan oleh pak kyai. Mari kita simak dan terapkan di kehidupan sehari-hari, insyaAllah ibadah kita akan semakin optimal, serta semangat kebersamaan gotong-royong bermasyarakat selalu terjalin hablum minallah dan hablum minannas, selalu terjaga dengan baik,” kata dia.
Ia juga mengapresiasi ibu-ibu muslimat NU di dua kecamatan. Lantaran, setiap bulan secara bergantian pengajian tersebut digelar di dua kecamatan dan para ibu-ibu tersebut selalu menghadiri dengan istiqomah.
“Apresiasi terhadap ibu-ibu muslimat NU di Kecamatan Meraksaaji dan Gedungaji yang selalu hadir dalam pengajian rutin ini. Mudah-mudahan amal kebaikan kita menjadi ladang ibadah untuk kita semua,” harap dia.
KH. Rohmat Bodro Sutrisno, dalam tausiyahnya menyampaikan sesama manusia harus menjaga hablum minannas kekompakan dan persatuan tanpa terkecuali.

“Ilmunya para ulama zaman dulu hingga sekarang agar semua terjamin keselamatan dan keharmonisannya yakni harus rukun dan akur dengan siapa saja,” kata dia.
Dia juga mengatakan bahwa setiap insan harus menerapkan konsep saling menghargai dan membutuhkan satu dengan yang lainnya.
“Dengan menerapkan saling menghargai dan menghormati. Maka akan terciptanya kerukunan antar sesama manusia guyub rukun. Sehingga akan diberikan kebarokahan untuk kita semua,” pungkas dia.(Mcr)












Komentar