![]()
PRINGSEWU – Warga Dusun 01/RW 04 Pekon Banyuwangi, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Pringsewu Lampung, keluhkan harga pupuk mahal dan susah didapat.
Sarwono warga setempat mengatakan bahwa harga pupuk sangat mahal dan proses pembeliannya juga sulit.
“Waktu mau beli pupuk disuruh fhoto bawa KTP. Tapi engak juga dapat, mana harga satu 110000/sak total satu kuintal harga Rp 220,000. Jadi kami sering beli di desa lain,” kata Sarwono, saat dikonfirmasi, Rabu (11/2/26).
Sementara itu, Joko, wakil ketua kelompok tani Sidodadi, membenarkan bahwa kelompoknya menjual harga pupuk Rp220,000 per kuintal itu untuk administrasi dan kas kelompok tani.
“Bukan hanya kelompok kami tapi 8 kelompok tani yang ada di Banyuwangi, itu murah mas di Nusa Wungu malah jual 230,000 per kuintal,” ungkap dia.
Joko menambahkan bahwa mereka membeli pupuk di kios Bogiye Jaya dengan harga eceran tertinggi (HET) yaitu Rp 90.000 per sak untuk pupuk urea dan Rp 92.000 per sak untuk Ponska.
Terpisah, Hendar, pemilik kios Bogye Jaya, mengaku kiosnya menjual dengan harga HET, tapi atas permintaan warga yang minta diantar sampai gudang kelompok tani masing-masing.
“Karena saya punya armada. Jadi, saya antar sampai gudang dengan tambahan di atas HET 7500 total satu kuintal 15000 termasuk ongkos muat kuli turun dan naik,” ungkap Hendar.
Hendar juga mengatakan bahwa dia tahu tentang kumpulan harga pupuk dan sudah dikasih arahan.
“Untuk harga selanjutnya saya kurang paham,” pungkas Hendar.(Bambang)












Komentar